Pilihlah Suami yang baik

Pada zaman sekarang ini sangat sulit untuk membedakan mana laki-laki yang baik prilakunya dan mana laki-laki yang buruk prilakunya, mungkin dari seribu laki-laki hannya satu yang baik. Oleh karna itu diantara Wujud penghormatan Islam terhadap Wanita adalah diberikannya hak untuk memilih suami. Orang tua tidak boleh memaksa putrinya untuk menikah dengan orang yang tidak disukainya, Wanita muslimah yang ada dibawah naungan petunjuk Islam mengetahui hak tersebut, namun demikian dia tetep membutuhkan nasehat dan bimbingan dari kedua orang tuanya demi kepentingan dirinya, jika ada laki-laki yang datang untuk melamarnya, karna mungkin orang tua memilihkannya, dalam hal ini mungkin memiliki  pengalaman hidup dan pergaulanya dengan orang banyak. tapi pada saat yang sama dia tidak rela haknya dirampas begitu saja karna emosi yang ngelabui ayahnya sehingga dia tidak merestui putrinya menikah dengan laki-laki yang tidak disenanginya.

Banyak nash-nash yang menjelaskan masalah sensitif ini, diantaranya  adalah hadits yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari khansa’ bin khidam . sebagai berikut:
“Sesungguhnya Ayahku telah menikahkan ku dengan keponakannya, sedang aku tidak menyukainya. Kemudian aku melaporkan pada Rosullulah SAW. dan beliu berkata : “perkenankanlah apa yang dilakukan oleh Ayahmu !” Maka aku berkata  “tetapi aku tidak menyukai apa yang dilakukan Ayahku.”
Kemudian Rosullulah saw memberi nasehat “pulanglah, dan ia tidak berhak menikahkan, menikahlah dengan laki-laki yang engkau kehendaki.”
Lalu aku  berkata “Dan akhirnya aku menerima apa yang di perbuat Ayahku, tetapi aku ingin semua mengetahui bahwasanya tidak ada hak bagi orang tua untuk memaksakan pernikahan putrinya.”

Rosullulah menyarankan supaya Khansa’ menerima keputusan Ayahnya, karena begitulah semestinya sikap anak, karna seperti yang kita ketahui bahwa setiap orang tua menginginkan kebaikan dan kebahagiaan bagi putra putrinya. Tetapi begitu melihat khansa’ menolak pernikahan itu, beliau memberikan kebebasan untuk memilih dan menyelamatkan dari kedhaliman sang Ayah kepada putrinya sendiri yaitu memaksa untuk menikahkan dengan laki- laki yang tidak disukainya. Karna itulah Islam tidak memberikan kesulita sama sekali kepada kaum Wanita dan tidak rela jika wanita hidup dengan laki- laki yang tidak disukainya.

Wanita muslimah yang bener-benar sadar dan senantisa memperhatikan petunjuk dari Islam (agamanya ) memiliki setandar yang bijak dalam memilih calon suami, tidak cukup hanya memandang  ketampanannya, penampilan, jabatan, kekayaan dan lain sbagainya dari kreteria-kreteria yang tidak jarang dimintai dan disenangi oleh sebagian Wanita. Tetapi dia akan melihat pada Agamanya dan Ahlaknya. Sebagai mana sabda Rosullulah SAW yaitu:  “Apa bila datang kepada kalian seorang laki-laki yang kalian ridhoi agama dan Ahlaknya, maka nikahilah dia dan jika tidak, maka akan terjadi fitnah dimuka bumi dan kerusakan yang besar.” Oleh karna itu setiap Wanita Muslimah dituntut untuk lebih mementingkan akhlak dan keimanan dari pada harta benda yang sifatnya sementara, bagi laki-laki  yang akan menjadi suaminya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*